Antara Syiar dan Peluang Bisnis

Oleh Riza Harahap

Bogor (ANTARA News) – Ketika Maryam tengah menahan rasa kesakitan saat akan melahirkan putranya Nabi Isa, Allah SWT memerintahkannya untuk menggoyangkan pohon kurma sehingga buahnya jatuh, dan ia kemudian memakan buahnya.

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS Surat Maryam: 25)

Setelah memakan buah kurma, Maryam melahirkan anaknya dengan lancar, tanpa mengalami kesulitan.

Dengan merujuk pada kisah tersebut, kurma kemudian banyak dikonsumsi sebagai makanan terbaik dan obat mujarab untuk ibu yang akan melahirkan.

Berabad-abad kemudian, dari berbagai penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa kurma selain memudahkan proses kelahiran juga berkhasiat memperkuat lever, memperlancar buang air, menambah libido, dan menyegarkan tenggorokan.

Buah ini juga mengandung banyak zat besi dan diyakini dapat meningkatkan trombosit darah, sehingga sangat bermanfaat bagi penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kurma banyak dijumpai di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Tunisia, dan Maroko.

Sementara di Indonesia, kurma banyak dijumpai hanya pada saat bulan Ramadhan sebagai salah satu menu khas berbuka puasa.

Di luar bulan Ramadhan, buah impor yang berasa manis dan kaya kandungan gizi ini hanya dijumpai di toko-toko tertentu saja.

0 komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN MASUKAN KOMENTAR ANDA DISINI